sertakan Sumbernya bila anda mau mengcopy paste artikel ini. Cloud Animasi dengan CSS3 http://djogzs.blogspot.com/#ixzz28ciJqH00 Under Creative Commons License: Attribution

Postingan Populer

Total Pageviews

Sistem Perangkat Lunak

Selasa, 16 Oktober 2012
Posted by Denny Bayu Listiawan
                                                                       BAB 1

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang
Perangkat keras komputer tidak akan dapat berbuat apa-apa tanpa adanya perangkat lunak. Teknologi yang canggih dari perangkat keras akan berfungsi bila instruksi-instruksi tertentu telah diberikan kepadanya. Instruksi-instruksi tersebut disebut dengan perangkat lunak (software). Oleh karena itu perangkat lunak merupakan hal paling penting dalam proses pengolahan berbagai system di komputer






1.2 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah menjelaskan sebuah perangkat terpenting dari sebuah computer. Perangkat tersebut merupakan perangkat lunak sebagai system pengolah data pada computer. Dan menjelaskan beberapa OS, komponen, fungsi, aplikasi dan berbagai jenis bahasa pemrograman yang ada di dalamnya. Sehingga kit bias tau lebih mendalam tentang perangkat lunak.









BAB 2
Landasan Teori

2.1 Pengertian Perangkat Lunak
Perangkat lunak sistem adalah suatu istilah generik yang merujuk pada jenis perangkat lunak komputer yang mengatur dan mengontrol perangkat keras sehingga perangkat lunak aplikasi dapat melakukan tugasnya. Ia merupakan bagian esensial dari sistem komputer. Sistem operasi adalah suatu contoh yang jelas, sedangkan OpenGL atau pustaka basis data adalah contoh lainnya. Perangkat lunak jenis ini dibedakan dengan perangkat lunak aplikasi, yang merupakan program yang membantu pengguna melakukan tugas spesifik dan produktif, seperti pengolahan kata atau manipulasi gambar







2.2 Perangkat lunak sistem (system software)
Perangkat lunak yang mengoperasikan sistem komputernya. Perangkat ini dibagi lagi menjadi 3 bagian, yaitu:
1.Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Operasi merupakan komponen software yang sangat penting yang akan dibaca pertama kali oleh komputer ketika anda menghidupkan komputer. Sistem Operasi merupakan pengendali utama yang akan mengendalikan pelaksanaan program komputer dan mengolah segala sumber daya yang ada. Ada 2 jenis Sistem Operasi yaitu Sistem Operasi yang berbasis CLI (Command Line Interface) dan yang berbasis GUI (Graphic User Interface). Pada OS yang berbasis CLI kita mengetikkan kode-kode perintah untuk melaksanakan pekerjaan. Contoh konkret dari Sistem Operasi ini adalah DOS. Dalam perkembangan, Sistem Operasi berbasis CLI tersisih oleh GUI Operating System. Di dalam Sistem Operasi GUI kita hanya tinggal memilih program dan perintah yang kita inginkan dengan mengeklik mouse saja. Hal ini sangatlah memudahkan pengguna karena lebih userfriendly. Tampilan yang ditawarkan pun lebih enak dipandang mata. Dalam Sistem Operasi jenis ini, mulai dikenal istilah click, drag, dan drop. Begitu banyak contoh GUI Operating System, contohnya : Windows XP , Windows 7, Ubuntu berbasis GUI, dan lain-lain.
Gambar di atas merupakan bagan komponen system operasi


Fungsi-fungsi Sistem Operasi pada Komputer meliputi:
  • Pengaturan Processor, yaitu mengatur processor untuk dapat dijalankan oleh sistem komputer.
  • Pengaturan Memori, yaitu mengatur pembagian dan mengirimkan instruksi dari memori utama dan tempat penyimpanan lain ke sistem komputer.
  • Pengaturan Input/Output, yaitu koordinasi dan penugasan dari berbagai perangkat input/output ketika satu atau lebih program sedang dieksekusi atau dijalankan.
  • Pengaturan File, yaitu mengatur penyimpanan file dari berbagai tempat ke perangkat penyimpanan lainnya. Juga memungkinkan semua file dapat dengan mudah diubah dan dimodifikasi dengan menggunakan text editor atau dengan lainnya.
  • Menjalankan sistem prioritas, yaitu menentukan urutan pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam sistem komputer, mulai dari yang paling utama, lalu yang kedua, dan seterusnya.
  • Interpretasi atau penerjemahan perintah-perintah dan instruksi-instruksi.
  • Sebagai fasilitas komunikasi yang mudah antara sistem komputer dan komputer operator (manusia).
  • Bertanggung jawab atas keamanan data dan integritas.

2. Program Bantu atau Proram Tambahan (Utility Program)
Secara terperinci, program bantu dapat diartikan sebagai rangkaian standar routine yang membantu dalam operasi sistem kopmputer dengan melakukan beberapa proses yang sering diminta, seperti pembuatan salinan, pemilahan, atau penyatuan. Program bantu akan mengisi kekurangan Sistem Operasi. Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan oleh program bantu antara lain : merapair file yang sudah terhapus, mengecek kondisi hardware, merepair kerusakan hardware (misalnya merepair bad sector pada harddisk), dan lain-lain. Contoh program utility adalah Hiren, Tune Up Utilities, Lantastic, dan lain-lain.

3. Bahasa Komputer (Computer Language)
Merupakan bahasa yang digunakan untuk membuat program komputer. Ada 2 macam bahasa komputer yatiu Low Level Language dan High Level Language.
a) Low Level Language, merupakan bahasa tingkat rendah karena sulit dipahami dan hanya dapat dimengerti oleh pembuatnya. Contohnya adalah assembly language.
b) High Level Language, merupakan bahasa tingkat tinggi karena menggunakan bahasa tingkat tinggi karena mudah dimengerti. Jenis bahasa ini menggunakan perintah serta kalimat makro yang menyamai bahasa manusia atau notasi matematika untuk menjelaskan masalah yang harus dipecahkan atau prosedur yang yang harus digunakan. Contohnya adalah BASIC, PASCAL, FORTRAN, dll.
1. First-Generation Language (1GL) atau Bahasa Generasi 1 adalah bahasa mesin atau level instruksi dan data yang memerintahkan hardware komputer agar dapat bekerja dengan menggunakan kode-kode biner (binary digit) terdiri dari angka 0 dan angka 1. 
Disebut generasi pertama karena merupakan jenis yang paling awal dikembangkan tahun 1940-an dan awal 1950-an semua program harus dikodekan dalam bahasa mesin, sehingga pemograman dalah bahasa mesin:
-          Akan menyita waktu dan kondusif untuk membuat kesalahan.
-          Berbeda untuk setiap jenis computer, sehingga tergantung pada computer dan tidak setandar.
Semua program harus ada dalam bahasa mesin agar dapat dieksekusi, sehingga bahasa lain yang ditulis programmer perlu diterjemahkan oleh computer ke bahasa mesin untuk eksekusi.


2. Second-Generation Language (2GL) atau Bahasa Generasi 2 adalah bahasa pemrograman assembler atau bahasa assembly yang sudah mengubah pernyataan dengan memasukkan unsur bahasa dalam instruksinya meskipun singkat sehingga lebih mudah dibanding bahasa mesin.
Ciri-ciri bahasa assembly:
-          Kode ditandai dengan nama yang mudah diingat seperti ADD,SUB,dan MULT
-          Alamat penyimpanan (storage addresses) nyata dimna data ditempatkan dapat didefinisikan dengan nama-nama seperti AMT1 dan AMT2 untuk memudahkan rujukan.
Sama seperti bahasa mesin, bahasa assembly tergantung computer (tidak portable). Untuk bahasa assembly masih digunakan karena begitu mirip dengan bahasa mesin dengan kode yang sangat efisien untuk membuat sytem software lebih disukai menggunakan bahasa assembly karena sangat efisien dalam penggunaan computer(butuh memori yang kecil).

3.Perangkat Lunak Bahasa Generasi Ketiga
            Menulis program dengan bahasa simbolik masih tetap sulit, dikarenakan:
1.       penulis program harus mengetahui susunan serta fungsi dari masing-masing register di processor;
2.       harus mengetahui dengan persis cara alokasi memori komputer yang dipergunakan;
3.       harus mengetahui fungsi-fungsi yang disediakan oleh OS dan lain sebagainya.
Bahasa tingkat tinggi sebagai perangkat lunak bahasa generasi ketiga disebut juga dengan nama perangkat lunak bahasa prosedural (procedural language). Disebut demikian karena program ini diproses sesuai dengan urutannya.
                Source program yang ditulis dengan bahasa tingkat tinggi, harus diterjemahkan menjadi program bahasa mesin dengan suatu program penterjemah, yaitu compiler dan interpreter. Bahasa tingkat tinggi yang sifatnya compiler di antaranya adalah FORTRAN, COBOL, PASCAL dan C language. Sedangkan yang bersifat interpreter adalah BASIC dan beberapa bahasa tingkat tinggi yang disediakan oleh Data Base Management Systems (DBMS).
                Di samping akan dihasilkan object program, pada proses ini bila terjadi kesalahan di dalam penulisan source program, juga akan ditampilkan daftar dari kesalahan-kesalahannya.
                Interpreter juga merupakan program untuk menterjemahkan program yang ditulis dengan bahasa tingkat tinggi menjadi bahasa mesin. Perbedaan utama antara compiler dengan interpreter dalam hal program yang akan dibuat adalah sebagai berikut ini.
*      Pada compiler, source program harus dibuat terlebih dahulu dengan pengedit teks atau dengan pengolah kata , kemudian baru dikompilasi dengan menggunakan compiler-nya
*      Pada interpreter adalah kebalikannya, yaitu interpreter dipanggil terlebih dahul, baru kemudian source program dapat ditulis dan baris demi baris akan diterjemahkan oleh interpreter-nya.
Bahasa generasi ketiga seringkali disebut sebagai high level language disebabkan bahasa ini menggunakan kata-kata yang biasa digunakan manusia. Beberapa contoh bahasa pemrograman yang masuk dalam kategori generasi ketiga yaitu ADA, ALGOL, C, C++ ,BASIC, COBOL, FORTRAN, dan PASCAL.
BASIC
                BASIC singkatan dari Beginners’ All Purpose Symbolic Instruction Code, diciptakan oleh John G. Kemeny dan Thomas E. Kurtz dari Dartmouth College, USA. Telah banyak beredar bahasa BASIC di pasaran, di antaranya Applesoft BASIC, BASICA, BASIC ISAM, CBASIC, GW-BASIC, IBASIC, KBASIC, MBASIC, QUICK BASIC, UBASIC, ZBASIC, Quick Basic, Visual Basic dan lain sebagainya.
Prinsip-prinsip yang digunakan dalam mendesain bahasa BASIC antara lain:
  1. Dapat digunakan secara mudah bagi para pemula.
  2. Dapat digunakan sebagai sebuah bahasa pemrograman untuk tujuan umum (general purpose)
  3. Dapat ditambahi fitur-fitur tambahan dan tingkat lanjut untuk para ahli, tetapi tetap mempertahankan kesederhanaan bahasa untuk para pemula.
  4. Harus interaktif.
  5. Pesan-pesan kesalahan harus jelas dan mudah dipahami.
  6. Merespons dengan cepat untuk program-program yang kecil.
  7. Tidak harus membutuhkan pengetahuan dan pemahaman perangkat keras komputer.
  8. Pengguna juga tidak harus tahu mengenai sistem operasi.

   FORTRAN
merupakan salah satu bahasa pemrograman yang cukup tua, lahir pada tahun 1957 dari sebuah tim yang dipimpin oleh John W. Backus. FORTRAN yang merupakan singkatan dari Formula Translation dibuat untuk memenuhi kebutuhan dalam hal numerik. Banyak fungsi matematika yang telah didefinisikan sehingga tidak perlu lagi dilakukan pendefinisian secara manual di program.

          Dikembangkan pada 1954 hingga 1956 oleh John Backus dan staff IBM yang lain. FORTRAN (FORmula TRANslator) merupakan bahasa level tinggi yang pertama. FORTRAN pada mulanya didesain untuk mengekspresikan humus matemática dan maíz merupakan bahasa matemática yang paling banyak digunakan. Bahasa ini juga berguna untuk aplikasi bisnis yang kompleks, seperti perkiraan (forecasting) dan pemodelan. Namur karena tidak mampu manangani operasi input/output atau pemrosesan file dalam volume besar, maka bahasa FORTRAN tidak digunakan untuk masalah bisnis yang biasa.

          Saat ini perkembangan bahasa pemrograman FORTRAN cukup pesat, dengan lahirnya Fortran 77 dan Fortran 90 telah membuat bahasa ini menjadi leader dalam hal pemrograman numerik. Tidak heran banyak programmer dalam bidang komputasi masih tetap menggunakan bahasa pemrograman Fortran untuk menyelesaikan masalah numerik.

Bahasa Pemrograman FORTRAN memiliki kelebihan dan kekekurangan  :

Kelebijan Bahasa Pemrograman FORTRAN
  • FORTRAN bisa menangani ekspresi matemática dan logika yang kompleks. Pernyataanya cukup pendek dan sederhana.
  • Program FORTRAN yang dikembangkan pada satu tipe komputer bisa dengan mudah dimodifikasi agar bisa bekerja pada tipe yang lain.
 Kekurangan Bahasa Pemrograman FORTRAN
  • FORTRAN tidak menangani operasi input dan output pada peralatan penyimpanan seefisien bahasa lain yang levelnya lebih tinggi
  • Memiliki keterbatasan untuk mengekspresikan dan memproses data nonnumerik
  • Tidak bisa dibaca atau dipahami semudah bahasa level tinggi yang 
           Terdapat beberapa hal yang menjadikan bahasa pemrograman Fortran lebih unggul dibandingkan dengan bahasa pemrograman lain yaitu,
  1. proses eksekusi / kompilasi program yang cukup cepat.
  2. metode penulisan program sangat fleksibel, setiap bagian blok program dapat ditulis secara tidak berurutan.
  3. mendukung teknik kompilasi secara menyeluruh (all compilation), maksudnya misalkan kita memiliki 5 buah file Fortran yang saling berhubungan maka semua file tersebut dapat langsung dikompilasi semua dalam satu perintah dengan bantuan makefile yang kita buat, bagian ini akan dijelaskan pada bab yang akan datang.
  4. memilki kompilator (compiler) yang cukup banyak berkembang.
         Masih banyak keunggulan yang dimiliki oleh bahasa pemrograman ini yang mungkin dapat dirasakan ketika kita membuat program. Pada bab selanjutnya akan dibahas mengenai cara kompilasi dan beberapa contoh program dalam bahasa Fortran dan juga bahasa C







COBOL
                COBOL singkatan dari COmmon Business Oriented Language merupakan bahasa tingkat tinggi yang berorientasi pada permasalahan bisnis. COBOL baru pertama kali dikenalkan secara formal pada tahun 1960. Bahasa COBOL dikembangkan , disempurnakan dan distandardisasikan dengan nama ANSI COBOL (American National Standards Institute).

Pascal
            Pascal adalah bahasa tingkat tinggi (high level language) yang orientasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Professor Niklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland. Pascal adalah bahasa yang ditunjukan untuk membuat program yang terstruktur. Standar Pascal adalah bahasa Pascal yang didefinisikan oleh K. Jensen dan Niklaus Wirth. Sampai saat ini untuk computer-kompute mikro dan personal, TURBO Pascal merupakan versi bahasa Pascal yang paling popular dan banyak di gunakan di computer mikro.

C dan C++
            Bahasa C dirancang oleh Dennis M. Ritchie pada tahun 1972. Nama C ini dipilih karena merupakan urutan selanjutnya dari B pada alphabetic. Perkembangan bahasa C di computer mikro dimulai tahun 1978 yaitu tiny-c yang ditulis oleh Tom Gibson. Versi-versi C yang paling populer dan banyak di gunakan untuk komputer mikro adalah MS-C (Microsoft C) dan TURBO C. C++ adalah versi terbaru dari bahasa C yang berorientasi pada obyek. C++ termasuk dalam kelompok object-oriented language.









4. Fourth-Generation Language (4GL) adalah bahasa pemrograman yang telah didesain lebih “natural”,sehingga makin mudah digunakan karena sudah mendekati bahasa percakapan sehari-hari dan sudah dapat untuk mengakses database. Contoh : LIST NAMA, ALAMAT, NILAI FOR NILAI > 7 .
Ciri-ciri 4GL:
-          Mudah untuk dipelajari dan dipahami
-          Tepat untuk mengakses database
-          Memfokuskan pada memaksimalkan produktivitas manusia dari pada minimisasi waktu computer
-          Tersedia dalam software paket yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi yang diinginkan.
Perangkat lunak bahasa generasi keempat disebut juga dengan perangkat lunak bahasa non-prosedural (nonprocedural language) atau productivity language atau perangkat lunak bahasa tingkat sangat tinggi (very high-level language). Disebut dengan perangkat lunak non-prosedural karena pemakai computer dapat membuat program aplikasi dengan mudah, yaitu hanya memberikan instruksi apa yg harus diselesaikan bukan menginstruksi secara rinci apa yg harus dikerjakan seperti di generasi ketiga.



.






2.3 Perangkat lunak aplikasi (application software)
Program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu.
Perangkat Lunak Aplikasi ( application software) merupakan program yg ditujukan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dalam aplikasi tertentu yg sudah dibuat oleh pabrik pembuat prangkat lunak aplikasi. Program aplikasi dibuat dengan menggunakan perangkat lunak bahasa (language software). Perangkat lunak aplikasi dapat berupa perangkat lunak perangkat lunak aplikasi tujuan umum (general purpose application software) dan perangkat lunak aplikasi tujuan khusus (special purpose application software).

Perangkat lunak aplikasi tujuan umum (general purpose application software) ditulis untuk keperluan kebanyakan pemakai computer secara umum. Aplikasi yg banyak dibutuhkan secara umum misalnya adalah word processing, spreadsheet, DBMS, graphic editor dan lainnya. Program paket aplikasi tujuan umum ini juga dikategorikan sebagai kelompok bahasa generasi keempat, karena juga menyediakan bahasa atau makro yg dapat digunakan oleh pemakai computer untuk keperluannya.
Perangkat lunak aplikasi tujuan khusus (special purpose application software) ditulis untuk keperluan khusus. Aplikasi khusus di organisasi bisnis yg banyak dibutuhkan misalnya aplikasi buku besar (general ledger), pengendalian persediaan (inventory control) di bidang akuntansi, manajemen kas (cash management)di bidang keuangan dan lainnya.








2.4Program Aplikasi

Program aplikasi merupakan software yang siap digunakan oleh user untuk memudahkan pekerjaan penggunanya. Program aplikasi dapat dibedakan menjadi :

a) Word Processing
Merupakan program ppengolah kata yang dapat digunakan untuk menulis, menyunting naskah. Contohnya adalah Microsoft Word 2003, Microsoft Word 2010, Lotus Ami Pro, dan lain-lain.
b) Desktop Publishing
Merupakan program yang dapat digunakan untuk mengatur tata letak suatu naskah sebelum dicetak. Contohnya adalah Ventura Publisher dan Page Maker.
c) Program Spreadsheet
Merupakan program yang dapat digunakan untuk mengolah angka. Data numerik diolah secara berkolom. Contoh dari program ini adalah Microsoft Excel, Lotus Improv, dan lain-lain.
d) Database Mang
Merupakan program yang dapat digunakan untuk mengatur tata letak suatu naskah sebelum dicetak. Contohnya adalah Ventura Publisher dan Page Maker.
c) Program Spreadsheet
Merupakan program yang dapat digunakan untuk mengolah angka. Data numerik diolah secara berkolom. Contoh dari program ini adalah Microsoft Excel, Lotus Improv, dan lain-lain.
d) Database Management System
Program ini dugunakan untuk menyimpan, mengolah data, dan kemudian menghasilkan informasi. Data yang diolah berupa database. Conytohnya adalah Paradox, Microsoft Acces, My Sql, dan sebagainya.
g) Program Statistik
Program jenis ini digunakan untuk melakukan penelitian yang berhubungan dengan analisis statistik. Contohnya adalah Statistica, SAS, dsb.
h) Communication
Program jenis ini digunakan untuk melakukan komunikasi dengan pengguna lain. Contohnya adalah Carbon Copy, DataFax, dsb.
i) Multimedia
Program ini berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan multimedia. Contohnya adalah Adobe Premiere Pro, Microsoft Video, dan lain-lain.
j) Game
Program ini merupakan program permainan saja. Contohnya Prince Of Persia Need For Speed, GTA, dan lain-lain.
k) Antivirus
Merupakan program yang digunakan untuk mendeteksi dan membasmi virus komputer. Contohnya sangatlah banyak seperti Avira, AVK Kasper Sky, Smadav, dan lain-lain.














BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sistem perangkat lunak merupakan komponen terpenting dalam sebuah perangkat computer. Perangkat lunak ini adalah perangkat yg mengoperasikan berbagai aplikasi di dalam sebuah computer. Dan aplikasi yang sudah tersedia memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan yang kita perlukan.


3.2 Saran
Penggunaan system perangkat lunak  sudah banyak di gunakan dan di pahami secara mendalam oleh pengguna. Namun akan lebih baik lagi bila semua pengguna tidak hanya terpaku pada satu aplikasi dalam aplikasi system perangkat lunak, tetapi juga harus mengenal aplikasi perangkat lunak yang sifatnya bias berguna di kalangan industri


                                                                                                               



Daftar Pustaka






F]��M�

Biography of teh Arina, kang Riko, aa'Toma, and bang Indra

Minggu, 14 Oktober 2012
Posted by Denny Bayu Listiawan

Arina Ephipania Simangunsong

Birthday: 1978-05-04
Position: Vocalist & Flute
Arina Ephipania Simangunsong (vocals and flute) was born on 4 May 1978 in Bandung, West Java where she graduated with Bachelor of Arts degree from National Institue of Technology in Bandung together with Riko (guitar).
Her middle name carries a resemblance of the Greek word epiphania, which means ‘manifestation’, often referring to the appearance of a divine being. Without a doubt, many have testified about the divine beauty of her voice and mystifying stage presence.
A fan of Bing Crosby and Frank Sinatra, Arina has picked up the right mix of stage gestures and musical dynamics often found in jazz and folk-dixie tunes. Her way of simply having fun on stage is what makes her different from any other performers inIndonesia. “Her middle name carries a resemblance of the Greek word epiphania, which means “manifestation,” often referring to the appearance of a divine being.”
She never tried so hard to impress the audience and she prefers to express her true feelings when singing the songs, instead. Her singing voice in My Diary did just that perfectly well. It is her dream to sing for Walt Disney productions someday. With her outstanding vocal ability she won’t have too wait to long for that dream to come true.

Riko Prayitno

Birthday: 1977-01-29
Position: Guitar
Riko Prayitno (guitar) was born on 29 January 1977 in Bogor, West Java. He, too, graduated from the same college as Arina did. He picked up guitar at an early age and begun playing professionally since the college years together with Arina. To him, a guitar is not just an instruments that one would play, but rather, an extension of his musical ideas constantly evolving in his minds.“Just like Totto-chan was a chatter-box in the classroom, Riko is like a jukebox strumming non-stop from dawn to dusk with his beloved full-sized, full-acoustic red Ibanez.”
An advocate of a famous Japanese book Totto-chan, Riko’s method of playing the guitar is just as playful as the students in the railroad carriage classroom depicted in the book. Just like Totto-chan was a chatter-box in the classroom, Riko is like a jukebox strumming non-stop from dawn to dusk with his beloved full-sized, full-acoustic red Ibanez made from very hard wood ebony, which provides a pure, bright jazz tone with increased presence.

Achmad Pratama ‘Toma’

Birthday: 1976-06-27
Position: Bass
Ahmad Pratama (bass) was born on 27 June 1976 in Bandung, West Java and has lived there ever since. A product designer by training, Toma has excelled in setting up the key components in their music.
His punctual bass tone accentuates the tempo and rhythm set by Indra’s drumming skill. One may say the way Toma plays the bass resembles the way he walks, talks and sings. Indeed, he is very true to himself both on and off the stage. “One may say the way Toma plays the bass resembles the way he walks, talks and sings.”
Sting and Phil Collins have inspired the way he lives and breathes music. And so has Teh Botol.

Indra Massad

Birthday: 1976-01-31
Position: Drums
Indra Massad (drums) was born on 31 Januari 1976 in Medan, North Sumatra. He and Toma studied product design in Bandung together and joined Mocca at about the same time. Unlike other drummers that use many tom-toms and cymbals, Indra’s prefers the simplicity and versatility of a single snare drum. His brush technique during acoustic sessions acts just like seven different mallets making seven different tones. “Indra’s prefers the simplicity and versatility of a single snare drum.”
He is well known for his infatuation with toys that he’s kept since childhood. Who knows if he still keeps the little toy drums and old Teh Botol bottles that he grew up with. No doubt about it, he is probably one of the best soulful drummers out there.

THE STORY OF MOCCA

Posted by Denny Bayu Listiawan

Mocca’s Story

Contents
Sejarah Mocca
Pada mulanya Arina dan Riko merupakan teman satu kampus di Institut Teknologi Nasional. Mereka tergabung dalam sebuah band kampus tahun 1997-an. Karena tidak cocok dengan anggota yang lain, Arina dan Riko pun sepakat mendirikan “Mocca”. Dua tahun kemudian mereka bertemu dengan Indra dan Toma. Indra dan Toma merupakan teman satu kampus, mereka belajar di fakultas desain Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung dan masuk pada tahun yang sama.
Arina, Riko, Toma dan Indra mulai membentuk band tanpa nama sejak tahun 1999. Nama Mocca baru tercetus saat mereka manggung untuk pertamakalinya di acara inagurasi mahasiawa ITENAS tahun 2001. Saat itu lagu yang mereka bawakan adalah ‘And Rain Will Fall’, ‘Life Keeps on Turning’, dan ‘Blah Blah Blah’ milik The Cardigans.
Debut Rekaman (2001-2002)
Mocca merekam demo lagu “Life Keeps on Turning” untuk pertamakalinya di Studio Yes (Jalan Jakarta). Setelah itu mereka merekam ulang demo mereka di Studio Aru (Jalan Riau) secara ‘Live Recording’. Demo itulah yang akhirnya menjodohkan mereka dengan FFWD Records, sebuah label rekaman independent di kota Bandung.
Mocca pertama kali dikenal publik dengan lagu “Secret Admirer” dalam kompilasi Delicatessen (2002) produksi dari Poptastic Records, bersama The Milo, Blossom Diary, Santamonica, dll.
“My Diary” (2002-2004)
http://mymocca.com/official/wp-content/uploads/2012/06/mydiary-300x225.jpg
Album My Diary (2002)
Di tahun 2002 mereka mengeluarkan debut album mereka “My Diary” dibawah naungan “FFWD”. Launching album ini dilaksanakan di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung. Konser launching ini dijadwalkan bertempat di area Amphitheater Selasar Sunaryo, tapi karena turun hujan venue terpaksa dipindah ke indoor. Meski banyak penonton yang kecewa karena tidak bisa masuk, tapi album My Diary (format kaset) yang dijual hari itu terjual habis.
Album My Diary sangat sukses di pasaran. Lagu-lagu seperti “Secret Admirer” dan “Me and My Boyfriend” menjadi hits di radio-radio. Album ini terjual sampai 300.000 copy, rekor yang fantastis untuk sebuah penjualan band independent.
Video klip “Me and My Boyfriend” yang disutradarai oleh Gustaff dari Cerahati mendapat penghargaan sebagai “Best Video of The Year” versi MTV Indonesia 2003.
Mocca at IAF2003, Victoria Hall – Singapore
Bekerja sama dengan FFWD Record, membantu banyak Mocca untuk go internasional. FFWD sebelumnya adalah merupakan distributor untuk band-band indie-pop internasional dari mulai Jepang, Singapura sampai Swedia. Sehingga pada tahun 2003 Mocca mendapat kesempatan manggung di luar negeri untuk pertamakalinya di acara IAF2003 bertempat di Victoria Hall Singapore.
Selain “Me & My Boyfriend” lagu di album My Diary yang dibuatkan video klipnya adalah “What If”, “Life Keeps on Turning”, dan “Secret Admirer”
“Friends” (2004-2006)
Friends (2004)
Mocca kembali merilis album kedua mereka tahun 2004 bertajuk “Friends” masih dibawah label indie, FFWD Record. Dalam album ini Mocca tidak tampil sendirian. Mereka bekerja sama dengan dua musisi untuk memperkaya musik mereka. Dari dalam negeri, mereka menghadirkan Bob Tutupoli untuk mengisi suara dalam lagu “This Conversation” dan lagu yang khusus dibuat untuknya, “Swing It Bob”. Mereka juga berduet dengan vokalis band asal Swedia, Karolina Komstedt dari Club 8 di lagu “I Would Never”.
Alasan Mocca memilih Bob Tutupoly adalah karena om Bob dinilai Mocca memiliki karakter suara yang mirip dengan idola mereka, yaitu Frank Sinatra. Sedangkan Club 8 dipilih karena Riko, Gitaris Mocca sangat menyukai band tersebut.
Pada era ini karier Mocca semakin menanjak. Di dalam negeri Mocca semakin sering tampil di acara-acara televisi nasional, bahkan Mocca juga pernah membintangi sebuah iklan produk kopi instan. Singlenya “My Only One” juga dipakai menjadi soundtrack sebuah serial remaja yang berjudul Fairish – The Series. Mocca juga mengisi soundtrack film masterpiece Hanung Bramantyo, Catatan Akhir Sekolah. Lagu “I Remember” menjadi single utama dari kompilasi soundtrack film itu.
Tak hanya di dalam negeri, mereka mengembangkan sayap ke Asia. Album ‘Friends’ mengantarkan Mocca sebagai nominasi Most Favourite Artist Indonesia di MTV Asia Awards. Album mereka juga dirilis di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang.
Pada tanggal 4-6 February 2005, Mocca menggelar konser di Singapura, bertempat di Outdoor Theatre – The Esplanade Singapore. Mereka juga diundang untuk main di Pattaya Music Festival 2005, Thailand.
OST Untuk Rena (2005)
September 2005 Mocca merilis mini album (EP) yang juga merupakan soundtrack dari sebuah film karya Riri Riza & Mira Lesmana. EP ini berjudul “Music Inspired by The Movie: Untuk Rena”. Pada EP ini Mocca pertamakalinya membuat lagu berbahasa Indonesia yang berjudul “Hanya Satu”.
Pada akhir November 2005, Mocca menjadi salah satu headliner di Naha 60th Anniversary After The Battle of Okinawa Project “Sound Rainbow: Living With People of Asia”, sebuah Festival di Jepang. Festival ini merupakan agenda rutin dari Pemerintah Daerah Okinawa. Pada festival musik tersebut, Mocca menjadi satu-satunya headliner yang berasal dari luar Jepang.
Awal tahun 2006 Mocca kembali lagi melakukan tour ke dua negara asia tenggara, yaitu Singapura dan Malaysia. Setelah menyelesaikan tour mereka, Mocca kembali masuk ke studio untuk merekam materi-materi album baru
“Colours” (2007-2010)
Colours (2007)
Setelah istirahat kurang lebih setahun, Mocca kembali lagi dengan album ketiga. Dalam segi musik dan lirik di album ini Mocca mengalami pendewasaan. Ini cukup mengejutkan, setelah dikenal dengan lirik-lirik manis tentang hubungan cinta antar manusia dalam ‘My Diary’ dan ‘Friends’, album ini menghadirkan atmosfir yang sedikit berbeda, namun masih berada pada zona yang sama, yaitu cinta. Cinta yang melingkupi kegembiraan, kekecewaan, kebingungan, kemarahan, kecemburuan, sinisme, dan kebahagiaan.
Riko menggambarkan album ini sebagai rekap dari perjalanan musik Mocca sejauh ini, perjalanan dengan cerita yang penuh warna. Cerita tentang hubungan Mocca dengan Indonesia, Mocca dengan fans, bahkan hubungan antar personil. Album ini diberi judul “Colours”.
Seperti pada album “Friends”, pada album ini juga terdapat beberapa kolaborasi, diantaranya dengan musisi hebat asal Swedia, Pelle Carlberg dari band Edson. Mocca juga berkolaborasi dengan choir ‘dadakan’ yang diberi nama ‘Indiesiana Sapta Suara’, mereka adalah  Dewi Lestari, Anto (70s Orgasm Club), Bez (Olive Tree), El William (Vincent Vega), Ramdan (Burgerkill), Elang (Polyester Embassy), dan Rekti (The SIGIT).
Mocca menghabiskan dua bulan rekaman di dua studio, Aru dan Massive. 4 dari keseluruhan 13 lagu di album ini direkam secara ‘live’.  Selain lagu ciptaan Mocca, ada 2 lagu cover di album ini yaitu ‘Hyperballad’ dari Bjork dan ‘Sing’ dari Joe Rapozo yang dipopulerkan oleh The Carpenters.
Cover album “Colours” ini didesain oleh Indra, Riko dan Iyoichi, teman dari Mocca yang juga seorang desainer grafis handal. Album Colours ini masuk kedalam nominasi ‘Desain Cover’ terbaik pada penghargaan Anugerah Musik Indonesia tahun 2008, dan memenangkan penghargaan Karya Produksi Alternative Terbaik AMI Awards 2008.
“Mini Album” (2010)
under construction
Hiatus (2011-2012)
under construction
Musical style and influences
under construction
Solo Project
Arina
under construction
Toma
under construction
Riko
under construction
Indra
under construction
Band Members
Main members
  • Arina Ephipania – Vokal utama, Flute, Tap-Dance, Xylophone
  • Riko Prayitno – Gitar
  • Toma Pratama – Bass, Vokal latar
  • Indra Massad – Drum, Perkusi, Cajon
Additional player
  • Agung Nugraha – Piano, Keyboard, Akordion
  • Tommy Pangemanan – Trumpet
  • Ardiansyah – Trombone
Former additional player
  • Ihsan ‘Dedon’ – Gitar Rhytm
  • Mira – Saxophone
Discography
artikel utama: Mocca Discography
Studio Album
  • My Diary (2002)
  • Friends (2004)
  • Colours (2007)
EP
  • Music Inspired by The Movie: Untuk Rena (2005)
  • Mini Album (2010)
Live Album
  • Mocca’s Rehearsal Show (2007)
  • Secret Show: Episode III (2009)

TAMBAHAN :

Perjalanan karier
Satu tahun kemudian mereka mengeluarkan debut album mereka "My Diary" (2003) dengan label indie "FFWD". Album ini meldak di pasaran. Lagu-lagu seperti "Secret Admirer" dan "Me and My Boyfriend" menjadi hits di mana-mana. Video klip "Me and My Boyfriend" mendapat penghargaan sebagai "best video of the year" versi MTV Penghargan Musik Indonesia 2003.
Bahkan mereka menandatangani kontrak dengan salah satu indie records di Jepang, Excellent Records, untuk mengisi satu lagu dalam album yang format rilisannya adalah kompilasi book set (3 Set) yang berjudul "Pop Renaisance". Ada 3 disc yang diedarkan di Jepang dan Mocca berada di disc no. 2 dengan lagu "Twist Me Arround".
Lagu-lagu Mocca sendiri menggunakan bahasa Inggris dengan alasan memudahkan penulisan syair serta kesesuaian dengan warna lagu pop dengan sentuhan swing jazz, twee pop, dan suasana ala 60-an.
Mocca kembali merilis album kedua mereka tahun 2005 bertajuk "Friends" masih dibawah label indie, Fast Forward Record. Dalam album ini Mocca tidak tampil sendirian. Mereka menggaet dua musisi andal untuk memperkaya musik mereka. Dari dalam negeri, mereka menghadirkan Bob Tutupoli untuk mengisi suara dalam lagu "This Conversation" dan lagu yang khusus dibuat untuknya, "Swing It Bob". Mereka juga berduet dengan musisi asal Swedia, Club 8. Bersama duo asal Swedia ini, Johan dan Karolina Komstedt, Mocca membawakan lagu "I Would Never".
Karier Mocca semakin menanjak. Tak hanya di dalam negeri, mereka mengembangkan sayap ke Asia. Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang telah menikmati album mereka. Pada tahu 2005, Mocca menggelar konser di Singapura dan menampilkn The Rock Angels Band.
Mocca juga terlibat dalam pembuatan lagu soundtrack. Kuartet ini pernah mengerjakan soundtrack film "Catatan Akhir Sekolah" karya Hanung Bramantyo dan soundtrack sinetron TV "Fairish the Series".
Mocca juga membuat sebuah mini album berisi 6 lagu, 2 di antaranya berbahasa Indonesia. Mini album ini sebelumnya berjudul "Sunday Afternoon", tapi dirilis dengan judul "Untuk Rena". Mocca terinspirasi naskah cerita film anak-anak berjudul "Untuk Rena". Mocca tak hanya mendapat inspirasi. Mereka juga mendapat kesempatan untuk memasukkan "Happy!" dan "Sebelum Kau Tidur" sebagai soundtrack film garapan Riri Riza itu.
Tahun 2007, Mocca mengeluarkan album ketiga mereka, "Colours". Album ini memuat materi baru, termasuk 2 cover song yaitu “Hyperballad” (Bjork) dan “Sing” (The Carpenters) serta sebuah kolaborasi dengan Pelle Carlberg (Edson) yang kemarin sempat menjadi tamu di LA Light IndieFest, dalam lagu “Let Me Go”.
Album
Lagu lainnya
  • I Will (The Beatles cover)
Swinging Friends
Swinging Friends adalah sebutan untuk penggemar mocca. Swinging Friends mengadakan pertemuan rutin di Bandung
Pada awal tahun 2007, Mocca sempat mengalami vakum manggung karena sedang rehat setelah tour panjang keliling Indonesia dan beberapa negara Asia serta sedang dalam proses perampungan album ke-3 mereka (Colours) yang kemudian dilaunching tanggal 5 Mei 2007.
Setelah album Colours rilis, gairah para fans mocca ini mulai bangkit kembali. Animo dari para fans terlihat dari ramainya halaman forum dari website Mocca (www.mymocca.com) pada saat itu. Oleh karena itu maka dibuatlah acara “Mocca’s Rehearsal Show” tanggal 27 Juli 2007 sebagai ajang ‘Kopi Darat’ dari para fans Mocca yang selama ini hanya aktif pada jejaring sosial saja. Acara ini terbatas hanya untuk 10 orang fans yang beruntung saja, diantaranya; Dyas, Windy, Agung, Miran, Young, Joph, dll. yang kemudian menjadi saksi terbentuknya Friendsclub Mocca.
Pada acara Rehearsal Show, tercetuslah beberapa nama sebagai identitas dari kumpulan fans Mocca, diantaranya Moccaholic, Mocca’s Swinger, Swinging Friends dan lain-lain. Ide-ide nama tersebut kembali kita perbincangkan di forum. Maka terpilihlah nama Swinging Friends yang merupakan ide dari Dyas sebagai nama untuk fans Mocca. Pada tanggal 31 Oktober 2007 bertepatan dengan hari ulang tahun Mocca, diadakan konser kecil-kecilan sebagai acara peresmian berdirinya Swinging Friends (SF). Hajatan besar Swinging Friends diadakan tanggal 9 Februari 2008 di Mocca’s Secret Show II. Acara itu menjadi tempat berkumpulnya SF seluruh Indonesia dalam satu tempat.
Sampai dengan saat SF masih aktif dalam berbagai kegiatan, tidak hanya berkumpul saat nonton bareng Mocca, tetapi juga kadang-kadang terlibat dalam kepanitiaan acara-acara yang dibuat oleh manajemen Mocca serta kegiatan-kegiatan lainnya seperti gathering atau charity.



Diberdayakan oleh Blogger.